RSS

Princess and Two Devils (Part 1)

22 Feb

Hai semuanya hari ini aku lagi rajin-rajinnya ngisi cerita di blog aku. Aku memang bukan penulis pro aku nulis karena aku suka. Jadi aku mau berbagi sama para pembaca yang suka membaca cerita fixy. Maaf kalau ceritanya aneh >_<, tapi semoga kalian suka ya🙂 and Please comment ya……

Latar   : zaman dulu saat para bangsawan masih sangat berpengaruh di Inggris

Di malam yang bersalju aku menemukannya. Dia hanya berkasurkan keranjang dan berselimut kain beberapa lapis. Wajahnya yang polos merah karena dingin, tangisnya pecah ketika aku menggendongnya.

“Aria, aku akan memberimu nama Aria, nama yang cantik untuk makhluk kecil yang cantik”

Untuk beberapa saat aku benci dengan suara tangisan itu.Tapi lama kelamaan seiringnya waktu berjalan, suara tangis itu menjadi suara merdu yang membangunkanku setiap pagi. Lima tahun berlalu dan aku tak pernah menyangka akan bertahan selama itu dengan semua sikap menyebalkannya, dasar makhluk kecil yang membingungkan.

“Aku lapar Ace” mata kecilnya sembab karena menangis terus menerus. Aku hanya bisa menggendongnya ketika dia menangis ketakutan melihat salju. Kenangan yang menyakitkan itu seharusnya aku hilangkan, tapi kenangan sekejam apapun adalah bagian dari hidupnya dan aku tak punya hak untuk menghapus ingatannya tanpa seizinnya.

10 tahun kemudian

“Ace, ayo bangun. Kau berjanji mengantarku untuk berkeliling kota””Ahhh, Aria kau pergilah bersama Sbastian, aku masih mengantuk ”                                                                                                                                             “Ayolah Ace aku mohon”. Seperti biasa, pagi ini sama meyebalkankannya dengan kemarin. Suara Aria selalu berhasil membangunkanku setiap pagi. Aku merasa menyesal memberi nama Aria padanya. Aria artinya melodi dalam bahasa Itali, dan suaranya yang tak berhenti berdengung dikepalaku seperti melodi berantakan yang menyebalkan. Tapi anehnya aku selalu merasa sendiri dan kesepian jika tak mendengar suaranya sehari saja. Tidak mungkin aku menyukai anak berumur 15 tahunkan? Aku tidak mungkin seorang Lolicon -_- . “Baiklah, aku bangun,pergilah dan siap-siap”                                                                                                                             “Aku sudah siap dari tadi, ayo Ace kita pergi” wajahnya yang memelas membuatku sulit menolak, akkh yang benar saja, bagaimana bisa aku kalah dengan seorang anak. Aku bangun dengan setengah hati dan bersiap siap dengan malas. “Kereta kudanya sudah siap, Tuan”       “Baik, antarkan Aria, aku akan menyusul”

“Baik Tuan Ace, ayo nona Aria”                                                                                                                                                                                                                      “Iya, ayo Sbastian, cepat Ace aku akan menunggu di kereta”, wajahnya berseri, langkah kakinya cepat dan tak teratur saking senangnya, dan aku, tanpa sadar aku tersenyum melihat tingkahnya. 15 tahun bukanlah waktu yang singkat, bahkan untukku yang seorang iblis, waktu 15 tahun adalah waktu yang panjang. Tapi entah kenapa waktu yang aku lalui bersama Aria selalu terasa singkat. Manusia hidup dan tumbuh setiap waktunya, tapi untuku yang seorang iblis hidup selama apapun akan tetap seperti ini. Seorang iblis memiliki waktu dimana dia tidak akan berkembang atau tumbuh lagi, dan biasanya perkembangan kami berhenti saat usia 22 tahun saat kami bisa menggunakan sihir kami seutuhnya.

Di Pusat Kota

“Ace, aku ingin membeli gaun pesta” untuk beberapa saat aku tecengang, permintaan Aria adalah sesuatu  yang wajar tapi ia tidak pernah meminta itu sebelumnya.”Untuk apa?, tidak biasanya kau meminta itu” aku tersentak ketika tangannya tiba-tiba saja mengenggam lenganku, mungkin ini hal biasa bahkan di rumah dia selalu duduk di sebelahku dan tidur dipangkuanku tapi berjalan di tengah orang banyak dan menyentuhnya sekarang adalah hal yang sedikit aneh.
“Kau akan pergi ke dunia ibliskan? untuk mengunjungi pesta teh di kerajaan iblis? aku ingin ikut, yah aku mohon”
“TIdak, kau tidak boleh ikut, lagi pula aku disana bukan untuk bermain”
“Ayolah Ace, aku mohon” aku menatapnya dengan serius aku merasa khawatir, dunia iblis bukanlah tempat yang bisa dikunjungi manusia sembarangan, selain itu tempat yang aku kunjumgi adalah istana tempat yang pengamanannya paling ketat di dunia iblis.
“Aku bilang tidak Aria” aku menghempaskan lengannya tanpa sadar dan pergi lebih dulu, bahkan karena rasa marah dan khawarir yang bercampur aku tak sadar ada seseorang yang mengamati kami dari jauh………….

 

Nah semuanya segini dulu ya ceritanya nanti kita lanjut dilain hari semoga sabar nunggu dan makasih udah baca ceritanya🙂

 
Leave a comment

Posted by on February 22, 2013 in Story

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: