RSS

Makalah (Dampak Negative Geng Motor)

22 Feb

Daftar Isi

Bab 1 Pendahuluan

1.1      Latar Belakang

1.2      Tujuan

1.3      Perumusan Masalah

Bab 2 Pembahasan

2.1    Ciri-ciri Komunitas Informal

2.2    Ciri-ciri Komunitas Formal

2.3    Ciri Khas Geng Motor

2.4    Penyebab Terbentuknya Geng Motor

2.5    Usia Rata-rata Anggota Geng Motor

2.6    Teman dan Lingkungan Memiliki Pengaruh Yang Kuat

2.7    Penyebab Dari Perilaku Negative Para Anggota Geng Motor

2.8    Contoh Perilaku Buruk Yang Meresahkan Masyarakat

2.9    Solusi

Bab 3 Penutup

3.1   Simpulan

3.2   Saran

Bab  1 Pendahuluan

1.1           Latar Belakang

Kami memilih tema ini karena kami ingin menjelaskan bahwa pada zaman sekarang banyak sekali komunitas informal seperti geng motor yang membuat masyarakat khawatir setiap harinya. Banyak sekali dampak negative dan perilaku buruk yang dilakukan oleh komunitas informal ini (geng motor). Kami ingin memberi tahu betapa berbahayanya apabila salah satu dari kita semua mengikuti komunitas ini.

1.2           Tujuan

  1. Mengetahui dampak negative geng motor
  2. Memenuhi tugas Bahasa Indonesia
  3. Menambah wawasan

1.3           Perumusan masalah

  1. Bagaimana cirri-ciri komunitas informal?
  2. Bagaimana cirri-ciri komunitas formal?
  3. Ciri khas kelompok geng motor.
  4. Apa penyebab terbentuknya geng motor?
  5. Berapa rata-rata usia anggota geng motor?
  6. Teman dan lingkungan memiliki pengaruh yang kuat.
  7. Penyebab dari perilaku negative para anggota geng motor.
  8. Contoh perilaku buruk yang meresahkan masyarakat.
  9. Bagaimana Solusinya?

Bab 2 Pembahasan

2.1    Ciri-ciri Komunitas Informal

Komunitas informal adalah komunitas yang tidak memiliki aturan dalam kegiatannya, biasanya memiliki cirri-ciri:

  1. Hubungan antar anggota tidak memiliki aturan
  2.  Tidak memiliki aturan dalam setiap kegiatan
  3. Lebih berbentuk pribadi
  4. Tidak seperti kelembagaan atau lebih seperti komunitas yang bebas

2.2    Ciri-ciri Komunitas Formal

Komunitas formal biasanya berbentuk seperti kelembagaan, biasanya memiliki cirri-ciri:

  1. Hubungan antar anggota memiliki aturan
  2. Memiliki aturan dalam kegiatan apapun
  3. Lebih berbentuk umum (tidak pribadi)
  4. Seperti kelembagaan (teratur)

2.3     Ciri Khas Geng Motor

Sedangkan geng motor, tidak mempunyai struktur dan organisasi yang pasti. Kelompok ini terbentuk karena pertemuan yang berulang-ulang sehingga menghasilkan terpadunya individu dalam satu kesatuan, simpati dan identifikasi bersama yang diwujudkan dalam kata kita. Hubungan yang erat tadi menunjuk contoh kelompok yang konkrit seperti misalnya, keluarga, kelompok-kelompok sepermainan atau kelompok teman sebaya.

2.4     Penyebab Terbentuknya Geng Motor

Terbentuknya suatu kelompok bisa disebabkan oleh beberapa dorongan. Seseorang, sebut saja si B mengelompok dengan si A misalnya, karena mereka secara fisik dekat. Mereka dekat karena berasal dari daerah yang sama atau dari kelas atau sekolah yang sama (teori provinquity). Keinginan seseorang untuk mengelompok tidak saja disebabkan karena mereka dekat secara spasial, namun karena mereka berkelompok disebabkan memiliki kesamaan sikap (teori keseimbangan). Selain itu, ada juga dorongan berkelompok yang lain. Seseorang mengelompokkan diri dengan orang lainnya, karena dorongan praktis, misalkan demi menjaga keamanan (rasa aman), bisa juga demi kebutuhan ekonomi atau alasan sosial praktis lainnya.

2.5     Usia Rata-rata Anggota Geng Motor

Usia mereka yang masuk kelompok atau geng Motor, yang sering berkonvoi di Kota, rata-rata berusia SMP/MTs dan SMA/MA. Keberadaan kelompok atau geng motor, dilihat dari kacamata sosiologis adalah sesuatu kewajaran. Kelompok ini termasuk usia remaja, dan mereka juga manusia yang merupakan mahluk sosial, karena itu wajar kalau mereka memerlukan hidup secara berkelompok, dan akhirnya membentuk geng motor.

2.6     Teman dan Lingkungan Memiliki Pengaruh Yang Kuat

Menurut JJ Conger (1991) dalam bukunya Adolescence and youth mengemukakan bahwa kelompok teman sebaya merupakan sumber referensi utama bagi remaja dalam hal persepsi dan sikap yang berkaitan dengan gaya hidup. Bagi remaja, teman-teman menjadi sumber informasi misalnya mengenai bagaimana cara berpakaian yang menarik, musik atau film apa yang bagus, dan sebagainya. Pada diri remaja, pengaruh lingkungan dalam menentukan perilaku diakui cukup kuat. Walaupun remaja telah mencapai tahap perkembangan kognitif yang memadai untuk menentukan tindakannya sendiri, namun penentuan diri remaja dalam berperilaku banyak dipengaruhi oleh tekanan dari kelompok teman sebaya.

2.7     Penyebab Dari Perilaku Negative Para Anggota Geng Motor

Mencuatnya perilaku negatif anak remaja yang masuk dalam kelompok atau geng motor, dapat disebabkan oleh beberapa hal: yakni faktor internal dan faktor eksternal. Dari faktor internal: pertama, anak geng tersebut memiliki kepribadian yang mengontrol diri yang lemah. Sehingga mereka tidak bisa mengendalikan dan mengerem perilaku yang dianggap tidak baik dan merugikan masyarakat. Kedua, anak yang bersangkutan gagal untuk mengaktualisasikan dirinya. Mereka tidak mampu untuk menunjukkan eksistensi yang positif, yang muncul malahan ulah yang negatif. Kegagalan ini menunjukkan kelemahannya dalam menentukan mana perilaku yang baik dan mana yang tidak baik. Dari faktor eksternal. Ketiga, mencuatnya perilaku negatif yang dilakukan anak geng motor dipicu juga oleh faktor lingkungan anak, misalnya anak bergaul dengan anak lainnya yang memiliki bawaan perilaku tidak terpuji. Anak tinggal di lingkungan tempat tinggal yang kurang baik. Keempat, faktor keluarga, faktor internal kesatu dan kedua tidak akan terjadi, seandainya di dalam keluarga telah dibekali pendidikan agama, pendidikan etika dan nilai-nilai sosial budaya yang memadai. Perilaku ini, mungkin bisa terjadi apabila komunikasi orangtua tersumbat, apalagi kalau orang tua mereka bercerai.

2.8     Contoh Perilaku Buruk Yang Meresahkan Masyarakat

Ulah mereka oleh sebagian masyarakat, sudah dianggap keterlaluan seperti perusakan kendaraan, baik mobil maupun motor, merusak bangunan, melakukan pengeroyokan dan kekerasan dengan senjata tajam -umumnya dengan mempergunakan senjata pedang samurai, obeng, dan rantai.

2.9     Solusi

Lalu siapakah yang paling bertanggunjawab untuk membendung perilaku negatif geng motor? dan bagaimakah cara mengatasinya .Berdasarkan pandangan sosiologi, perilaku akan diidentifikasi sebagai masalah sosial apabila ia tidak berhasil dalam melewati belajar sosial (sosialisasi). Perilaku menyimpang harus dilihat sebagai hasil interaksi dari transaksi yang tidak benar antara seseorang dengan lingkungan sosialnya. Dengan demikian, perilaku menyimpang seorang remaja harus dirunut dari bagaimana orang tua mempersiapkan memberi bekal dalam usia dini agar seorang anak siap bersosialisasi dengan lingkungan yang lebih luas.
Keluarga merupakan institusi pertama yang seharusnya memberikan pendidikan terkait dengan nilai-nilai sosial, budaya dan agama yang kuat. Kalau orang tua, tidak cukup waktu untuk memberikan bekal nilai-nilai agama misalnya, orangtua bisa bekerjasama dengan tokoh ulama atau ustadz untuk secara teknis memberikan pendidikannya.

Kerjasama orang tua dengan pihak sekolah sangat diperlukan, untuk memberikan atau mengisi waktu luang anak seusai jam pelajaran. Menurut Cohen dan Felson (dalam Junger, 1990) mengemukakan dalam opportunity theory bahwa, Jika anda memberikan kesempatan kepada remaja untuk melakukan pelanggaran sebagian besar dari mereka pasti akan melakukannya. Oleh karena itu, sudah seharusnya pihak orang tua bekerjasama dengan pihak sekolah untuk memberikan kegiatan di luar sekolah dengan porsi yang tepat. Demikian juga pendampingan dari pihak penegak hukum, remaja jangan diberi kesempatan untuk melakukan pelanggaran, kalau geng motor telah melakukan tindakan kriminal atau melanggar hukum, hal tersebut harus diberi sanksi, dimana penyelesaiannya sesuai dengan undang-undang dan hukum yang berlaku sama dengan perbuatan melanggar hukum bila dilakukan orang dewasa dan tentu saja memperhatikan HAM anak dan undang-undang yang berlaku.

Bab 3 Penutup

3.1            Simpulan

Tidak ada sesuatu yang tidak bisa diselesaikan. Kalau ada kemauan tentulah ada jalan keluarnya. Dalam persoalan geng motor, resepnya hanya satu, keterlibatan semua pihak, terutama keluarga untuk memberi bimbingan yang terbaik untuk anak-anaknya.

3.2           Saran

Sebaiknya sebelum kita mencoba untuk menjadi salah satu anggota seharusnya berfikirlah yang panjang. Selain itu sebaiknya kita jauhi apapun yang berbau kelompok informal yang member dampak negative. Karena lebih baik menghindar daripada mengobati. Selain itu kita harus mengerti apa konsekuensi dari keputusan yang kita ambil jika kita tidak mau menyesal nantinya

Daftar Pustaka

  • www. Google.com
  • Conger, JJ.  1991 . Adolescence and Youth.
About these ads
 
Leave a comment

Posted by on February 22, 2013 in Tugas

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: